Tuesday, 24 July 2012

Peraturan Keamanan dalam melakukan Dynamic Apnea

7 Agustus 2006 oleh Stephan Whelan

Hal yang paling penting dalam melakukan Dynamic Apnea adalah keselamatan. Orang-orang cenderung untuk melakukan Dynamic melebihi batas mereka, karena saat melakukan Dynamic tidak ada kedalaman yang terlibat disini.

Selain sebagai salah satu kegiatan perlombaan yang ada dalam kompetisi, dynamic apnea mungkin merupakan salah satu pelatihan paling penting untuk Fixed Weight – FW (Berat yang Tetap), selain melakukan pelatihan Fixed Weight itu sendiri. Dynamic merupakan penahanan nafas dengan mengalami stres seperti yang akan Anda dapatkan dalam Fixed Weight dan di sini Anda memiliki kesempatan untuk melakukan pelatihan terhadap hipoksia, yaitu pelatihan terhadap asam laktat, untuk melatih otot-otot tertentu yang Anda gunakan dalam Fixed Weight dan untuk melatih gaya dan irama. Monofinners harus meliputi penyelaman 50m (di kolam 50m), dengan sekitar 25 gerakan mengelombang seperti gerakan lumba-lumba (udulations).


Kami para FREEDIVERS memberikan Anda sebuah peribahasa ‘A 10% improvement in style equals a 10% improvement in results whereas a 10% improvement in fitness IF it is invested in poor style may not even produce a 1% improvement in results.’ Bunyi dari peribahasa tersebut adalah 'Sebuah peningkatan 10% dengan gaya yang benar akan setara dengan peningkatan 10% dalam mencapai hasil, sedangkan peningkatan 10% dengan melakukan fitness tetapi JIKA hal itu ditanamkan dengan gaya yang salah maka mungkin tidak akan menghasilkan peningkatan 1% dalam mencapai hasil. "

Hal ini terutama berlaku dalam melakukan dynamic, tetapi jika kita menghilangkan masalah equalize dari proses equalisasi hal itu juga berlaku untuk Fixed Weight dan Free Immersion. Hasil rekaman atau catatan selama melakukan dynamic sangatlah penting dan dapat memberikan banyak informasi, (yaitu jarak, waktu, jumlah siklus menendang atau undulations, waktu pemulihan dll). Hal ini sangatlah menarik ketika dilakukan pengamatan terhadap jantung.


Menggunakan sebuah Tabel Pelatihan

Dengan adanya berbagai variasi dari panjang kolam renang mungkin sulit untuk menemukan angka yang tepat dari panjang kolam keseluruhan untuk menentukan dimana jarak 75% kolam yang ideal dari jarak maksimum apnea Anda, misalnya: jika jarak maksimum Anda adalah 85m dan Anda berada di kolam renang yang panjangnya 33m, Anda akan menetapkan Tabel A dengan jarak menyelam dari 2 kali panjang kolam. Jika Anda berada di kolam renang yang panjangnya 50m maka Anda harus mengaturnya dengan jarak menyelam 1 kali panjang kolam. Sedangkan jika Anda berada di kolam 25m, Anda mungkin akan mengaturnya  dengan jarak menyelam juga 2 kali panjang kolam. Anda bisa saja mengatur jarak menyelam Anda dengan jarak 60-80% dari jarak maksimum Anda. Jika pengaturan sesi latihan Anda lebih dekat ke jarak maksimum Anda untuk membuat latihan Anda menjadi lebih menantang, Anda harus segera mengurangi 'waktu istirahat' Anda.

Penyelam Keselamatan Anda (buddy) harus siap untuk menemui atau mengiringi Anda pada jarak 25% terakhir dimana tingkat stress (tekanan) yang meningkat selama pelatihan ini. Di sini kita pada dasarnya akan berbicara tentang skenario pada kolam 50m. Pada Tabel A, buddy Anda harus merekam atau mencatat tidak hanya lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai panjang masing-masing sesi tetapi juga jumlah siklus tendangan Anda serta siap untuk menolong Anda dalam kasus Pingsan dalam air dangkal (SWB).


Tujuan dari dynamic apnea adalah untuk meningkatkan waktu apnea pada saat bergerak dan untuk meningkatkan gaya dan hidro-dinamik Anda (gaya gerak dalam air.

TABEL A - dengan Peralatan.

Latihan ini berlaku untuk dynami apnea yang dilakukan dengan atau tanpa fins. Untuk monofinners yang menggunakan dynamic sebagai latihan untuk Fixed Weight, coba lakukan tabel ini dengan tangan diangkat lurus ke depan menggunakan gerakan mengelombang seperti gerakan lumba-lumba (undulations) yang akan Anda gunakan untuk monofinning.


Tetapkan jarak maksimum dynamic apnea Anda dan aturlah Tabel A menjadi sekitar 50-60% dari maksimum Anda. Jarak panjang yang ditempuh haruslah tetap dan waktu istirahat secara sistematis harus menurun sama seperti Tabel Static dibawah ini. Berikut dijelaskan jika jarak maksimum dynamic Anda adalah 50 m dan jika Anda berada pada kolam renang 25m mungkin Anda harus mengatur jarak Anda dengan melakukannya pada 1 kali panjang kolam renang (yaitu 25m) dan ikutilah Tabel berikut.
Untuk Jarak Maksimum Dynamic Apnea 50m.

Nomor
Waktu Istirahat
Penyelaman
1
2:00
25m
2
1:50
25m
3
1:40
25m
4
1:30
25m
5
1:20
25m
6
1:10
25m
7
1:00
25m
8
0:50
25m

Tujuan 1: Untuk meningkatkan jumlah penyelaman dengan menggunakan waktu istirahat yang paling minimum (00:50) sehingga Anda akan melakukan Tabel sampai dengan nomor 6 pada waktu istirahat 1:10 dan kemudian kedua lap berikutnya hanya dengan 0:50 detik waktu istirahat di-antara kedua lap terakhir. Ketika latihan ini menjadi sangat mudah maka Anda akan melakukan Tabel sampai nomor 5 yaitu pada waktu istirahat 1:20 dan tiga lap terakhir hanya dengan 0:50 waktu istirahat di antaranya. Dan pada akhirnya sampai ke nomor 4 pada waktu istirahat 1:30 dan lakukan SEMUA sisa lapnya hanya dengan 0:50 waktu istirahat di antaranya. Setelah latihan Table ini juga telah menjadi sangat mudah, pindahlah ke Tujuan 2. Skala waktu ini adalah sepenuhnya akan terjadi perbedaan dari penyelam dan mungkin akan berubah selama beberapa minggu kedepan. Hal ini juga akan berkaitan dengan perubahan periode waktu istirahat terhadap waktu pengambilan nafas yang cukup.

Tujuan 2: Untuk mengurangi 10 detik dari waktu istirahat pada Tabel di atas. Periode pertama untuk waktu istirahat akan menjadi 1:50 dan yang terakhir akan menjadi 0:40 detik.

NB: Perbandingan di atas (dalam detik), perubahan yang relevan hanya untuk contoh di atas. Pada tahap lebih lanjut dari penahanan nafas dynamic apnea menggunakan Tabel A, Anda mungkin dapat mencapai penurunan sisa waktu istirahat diatas menjadi antar 15 - 20 detik, (satu atau dua napas.) Ketika mencapai tingkat ini maka Anda harus berhati-hati dan harus ada buddy yang mengamati Anda.

TABEL B – dengan Peralatan.

Ambillah 2 kali napas yang penuh saat berada di permukaan, saat dalam pergerakan, menyelam misalnya, 4 - 6 siklus tendangan. Naik ke permukaan, dan sementara masih bergerak maka ambillah 2 kali napas lagi sebelum menyelam lagi. Lakukan ini selama 40 menit tanpa meningkatkan jumlah siklus tendangan per penyelaman di bawah air. Untuk monofinners, bacalah gerakan mengelombang (undulations) untuk setiap siklus tendangan.


TABEL C – Apnea Sprint  atau berenang cepat di permukaan.

Opsi 1 - Di kolam 25m:
Fining atau berenang 5 set dengan panjang 25m pada kecepatan maksimum, dengan satu menit dan setengah pemulihan antara panjang masing-masing set.

Berenang sambil menahan nafas
Opsi 2 - Dalam sebuah kolam renang 33m:
Fining atau berenang 5 set dengan panjang 33m pada kecepatan maksimum, dengan satu menit dan setengah pemulihan antara panjang masing-masing set.

TABEL D 'Berangkat' - Berenang

Menyelesaikan serangkaian 8 x 50m panjang dan ‘berangkat’ berenang setiap 1:15 (misalnya). Selang waktu istirahat ini dapat dikurangi secara bertahap dalam beberapa detik ketika latihan ini menjadi terlalu mudah.
Pelatihan berenang ini setara untuk melatih hipoksia, asam laktat dan pelatihan waktu istirahat yang penuh dan latihan ini dapat Anda temukan pada klub renang setempat. Latihan ini membantu meningkatkan semua kebugaran aerobik dan anaerobik.


TABEL E 'Piramida Hipoksia' – Berenang

Misalnya, berenang 400m dengan gaya bebas (Freestyle) dengan cara berikut:
Untuk berenang pada jarak kolam yang 50m maka pada jarak 50m pertama ambillah nafas setiap 4 stroke (mengayuh) kemudian ambil nafas setiap 6 stroke pada 50m selanjutnya, maka 50m selanjutnya ambil nafas setiap 8 stroke, kemudia setiap 10 stroke, dan bernafas setiap 10 stroke lagi dan selanjutnya kurangi sama seperti Anda meningkatkan jumlah mengayuh Anda kembali pada pengambilan nafas setiap 4 stroke pada jarak 50m terakhir.


LATIHAN DYNAMIC ‘DI DARAT'

Latihan ‘di darat’ ini melibatkan 4 kali pengulangan.

Duduklah bersila di tanah kemudian ventilasi selama 1 menit, tahan nafas selama 30 detik kemudian bangun dan berjalanlah sampai Anda tidak bisa lagi menahan nafas. Tandai titik dimana Anda berhenti berjalan. Kembali ke posisi awal dan mulai latihan lagi seperti sebelumnya. Pengulangan kedua harus melebihi jarak yang pertama di tempuh. Berikan waktu pemulihan yang nyaman untuk setiap pengulangan. Latihan ini TIDAK termasuk pada latihan interval.

Pengulangan ketiga dan keempat adalah sama dan melibatkan ventilasi selama 2 menit, tahan nafas selama satu menit dan berjalan sampai Anda tidak dapat lagi menahan nafas. Pengulangan keempat haruslah mendapatkan waktu penahanan nafas yang terpanjang dan jarak berjalan terjauh dari seluruh seri ini.
(Lihatlah Log Berjalan di darat).


Ini merupakan latihan yang luar biasa untuk Fixed Weight. Latihan ini akan banyak mengajarkan Anda tentang intensitas dan ritme. Dengan sangat sering berjalan sedikit lebih cepat bukan selalu berarti Anda akan berjalan untuk waktu yang lebih pendek. Tujuan yang paling penting dari latihan ini adalah tentu saja 'jarak berjalan' Anda. Ketika kita meminta LOG yang akan diukur dalam langkah yang ganda berarti kita berjalan kembali ke titik keberangkatan Anda menggunakan panjang langkah normal dan menghitung setiap kali kaki kiri turun sebagai salah satu kecepatan ganda Anda. Hal ini yang ditunjukkan adalah tingkat refleks penahanan nafas Anda, yang secara langsung berkaitan dengan tingkat kebugaran penahanan nafas pada tingkat pelatihan dan usia dan bisa jadi seperti ini:

1.    Pada akhir dari fase ventilasi - katakanlah 88 bpm.
2.    Setelah 1:00 Static penahanan nafas  - 72 bpm.
3.    Pada akhir berjalan - 42bpm.
4.    30 detik setelah pembukaan kembali bernafas - 95bpm.

Jika nadi Anda lebih tinggi atau lebih rendah dari ini maka tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. Ini hanyalah sebuah upaya untuk menggambarkan pola umum yang diharapkan.
Ingat, jangan melakukan latihan dynamic berjalan ini ditempat umum, nanti Anda disangka orang yang tidak waras. :D

KESELAMATAN

Karena ini merupakan latihan yang sangat menegangkan dimana pengulangan pada sesi terakhir menuntut upaya 10% dengan adanya risiko terjadi blackout! Oleh karena itu kami merekomendasi untuk melakukan latihan ini di tanah 'lunak', yaitu pasir atau rumput. Jika harus dilakukan pada permukaan yang keras maka buddy harus berjalan dengan Anda dan siap menolong Anda jika Anda terjatuh. Buddy ini juga dapat membantu Anda untuk mencatat semua pelatihan Anda, yang akan menjadi nilai besar bagi Anda dalam melihat hasilnya. Jika Anda menemukan diri Anda berada pada sebuah visi atau bayangan terowongan atau kehilangan arah dalam berjalan, berhentilah segera. Posisi pemulihan untuk kejadian ini adalah membungkuk ke depan dengan tangan di lutut.

KESIMPULAN

Dalam kedua Static dan Dynamic kami telah menghilangkan penyebutan pelatihan untuk Advanced dan khususnya teknik 'paru-paru kosong' karena kita merasa bahwa dasar yang sangat baik dalam teknik Pemula dan Menengah diperlukan sebelum hal itu dicoba. Hal ini karena beberapa alasan, yang pertama tentu saja, alasan keamanan, yang kedua adalah karena kebutuhan untuk pengembangan fungsi tubuh (fisiologis) dan bahwa sistem Anda membutuhkan waktu untuk beradaptasi, dan yang ketiga adalah bahwa freediver perlu waktu untuk mempelajari tubuh tertentu dan reaksinya .

Freediving adalah aktivitas berbahaya jika tanpa pengawasan.

Kami merekomendasikan pelatihan yang terbaik dilakukan dalam lingkungan sebuah komunitas atau klub Freediving dimana orang-orang yang berpengalaman dan instruktur yang berkualifikasi akan selalu hadir setiap saat.

Kami penulis tidak bertanggung jawab atas cedera atau kematian karena melakukan salah satu latihan yang diterbitkan di sini. Tujuan dari artikel adalah untuk menjadi informatif dan TIDAK dirancang untuk menggantikan instruksi yang berkualitas.

Untuk waktu yang lama ini kami menahan informasi penerbitan pelatihan karena kami percaya bahwa jika salah paham dalam memahami artikel ini maka hal ini bisa menyebabkan kecelakaan yang tidak dapat kita kendalikan. Namun karena situasi saat ini adalah bahwa ada banyak orang yang melakukannya tanpa pengawasan, yaitu praktek sendirian dan kurang informasi dan akan berbahaya jika terjadi kecelakaan, kami berharap bahwa artikel ini akan berperan dalam menunjukkan orang-orang yang baru untuk melakukan freediving dan lain-lain yang ingin melakukan pelatihan menjadi lebih efisien, mengetahui bahaya yang muncul, serta cara mencegah mereka, dan bagaimana untuk membuat dan merencanakan sebuah praktek yang lebih aman.

Informasi dalam artikel adalah hak cipta untuk FREEDIVERS dan merupakan bagian dari struktur program dan buku pegangan. FREEDIVERS, Maria-Teresa dan Aharon Solomon, mereka berdua merupakan AIDA ***Instructor ‘Trainers’ Apnea Academy Instructors (Umberto Pelizzari) dan IAFD Master Instructor Trainers.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi: mt@freedivers.net dan meluncur ke TKP www.freedivers.net

Sumber artikel ini berasal dari forum Deeper Blue : Dynamic Apnea Safety Rules

0 comments:

Post a Comment