Thursday, 19 July 2012

Bagian 7: Mengendalikan bukaan pipa pembuluh (e-tubes)

Sebagian besar dari Anda yang telah mengikuti petunjuk dari awal, sekarang telah berhasil memindahkan udara ke dalam telinga tengah (middle ears). Untuk kebanyakan penyelam, masalah equalize ini sudahlah berakhir. Teknik Frenzel telah dikuasai, dan matahari bersinar. Penuh semangat yang berbara Anda melompat dalam laut atupun danau, menyelam sampai 10 meter, sampai Anda merasa sakit di telinga Anda. Apa yang terjadi?

Equalizing dengan posisi kepala di bawah adalah sesuatu yang sama sekali berbeda dengan equalizing dengan posisi kepala di atas dan di darat. Ada banyak alasan untuk ini, tetapi dua alasan yang paling penting adalah:

1.
Udara cenderung naik ke atas saat berada di dalam air, sehingga saat Anda menyelam dengan posisi kepala di bawah, maka udara akan berpindah ke bagian bawah paru-paru, menuju diafragma. Seiring dengan peningkatan kedalaman, maka akan semakin sulit untuk mendapatkan udara keluar dari paru-paru.

2. Gravitasi akan menarik jaringan lunak di dalam mulut dan tenggorokan ke bawah, dan bagi sebagian orang ini akan menyebabkan penyumbatan dan keketatan pada pipa pembuluh (e-tubes).

Alasan lainnya mungkin karena posisi menyelam yang salah. Ketika kepala menyelam ke bawah, pemula sering melihat ke bawah, ke arah yang sama dengan pergerakan mereka (ini juga terjadi apnea dinamis). Dalam posisi yang benar adalah kepala lurus, mata menghadap ke tali. Atau penyelam dapat memandang lurus ke depan, dengan dagu menyentuh dada. Posisi ini tidak hanya jauh lebih santai, tetapi juga membantu membuka beberapa rongga udara di mulut dan tenggorokan, membuat pemerataan/equalize menjadi lebih mudah.

Beberapa penyelam akan merubah posisi tubuh menjadi horizontal atau mengangkat kepala selama menyelam untuk membuat mereka lebih mudah dalam mengeluarkan udara keluar dari paru-paru. Dengan berhenti menghorizontalkan posisi tubuh ini dapat meningkatkan kedalaman maksimum Anda tapi hanya sementara saja,dan juga cara ini sangat memakan waktu dan melelahkan secara fisik. Jika Anda memiliki masalah dengan equalize, kami merekomendasikan langkah-langkah berikut:

1. Lakukan equalize di darat dengan posisi kepala di atas. Jika ini tidak berhasil, tidak ada artinya untuk melanjutkan ke langkah berikutnya, karena itu tidak akan berhasil.

2. Lakukan equalize di darat dengan posisi kepala di bawah. Anda dapat melakukan ini dengan bergelantung posisi badan kebawah di tempat tidur Anda, atau dengan cara berdiri dan meraih jari kaki Anda dengan membungkukkan pinggang Anda.

3 Lakukan equalize di dalam air dengan posisi kepala di atas. Cara yang terbaik untuk latihan ini adalah dengan menggantungkan pemberat di sebuah pelampung menggunakan tali, dan perlahan-lahan tariklah diri Anda ke dalam air, tetapi dengan posisi kaki pertama turun (Free Immersion kaki yang duluan masuk).

4. Lakukan equalize di dalam air dengan posisi kepala di bawah (Free Immersion kepala di bawah). Saat Anda menarik diri Anda ke bawah, Anda dapat mengontrol kecepatan Anda dan berhenti jika Anda memiliki masalah equalize, cobalah untuk relaks dan rasakan.

5. Free Immersion dengan napas yang pendek. Equalizing akan menjadi lebih sulit ketika Anda mengambil udara yang sedikit. Anda tidak perlu menyelam sampai 30 meter merasakannya, 4-5 meter sudah cukup jika Anda mengeluarkan napas sebelum menyelam.

6. Lakukan sebuah penyelaman Constant Weight.

Mari kita beralih ke hal-hal penting. Fungsi pipa pembuluh (e-tubes) adalah membiarkan udara mengalir ke telinga tengah (middle ears). Biasanya kita tidaklah aktif dalam mengontrol bukaan untuk pipa pembuluh (e-tubes), tetapi kita membukanya setiap kali kita menguap atau menelan. Hal ini memungkinkan udara segar masuk ke dalam telinga tengah, dan membantu kita untuk menghindari infeksi. Kabar baiknya adalah bahwa adalah sangatlah mungkin untuk kita belajar cara mengendalikan mereka secara aktif, dan bahwa kecuali jika Anda menderita infeksi telinga kronis, tidak ada besar salah dengan pipa pembuluh Anda, bahkan jika Anda mengalami kesulitan dengan pemerataan. Masalahnya adalah biasanya kurangnya kontrol, dan ini dapat diatasi dengan pelatihan.

Perlu diingat bahwa meskipun semua latihan telah kami sajikan sejauh ini masih memerlukan banyak latihan, latihan yang akan kami sajikan sekarang mungkin perlu pelatihan yang berbulan-bulan. Sebenarnya, seluruh seri artikel disini seharusnya ditulis dengan terpisah untuk setiap latihan-latihannya, tetapi saya terlalu malas untuk melakukannya :)

Tugas pertama Anda adalah belajar untuk menguap secara sukarela. Sulit untuk menggambarkan bagaimana melakukan ini, tapi jika lain kali Anda menguap, cobalah untuk merasakan apa yang terjadi dan cobalah untuk mengulanginya. Berkonsentrasilah pada "klimaks" dari menguap Anda, yang mana ini adalah posisi optimal untuk latihan ini. Saat Anda menguap, Anda seharusnya dapat mendengar suara derak kecil dalam telinga Anda, yang berarti bahwa bukaan untuk pipa pembuluh telah dibuka. Anda mungkin dapat merasakan suara derak yang sama dengan menelan. Jika ini terjadi, coba rasakan apa saja yang bergerak ketika Anda mendengar suara derak tersebut, dan cobalah untuk memisahkan/mengisolasi setiap gerakannya. Pada akhirnya, coba ulangi suara derak tersebut tanpa menelan atau menguap, misalnya dengan mendorong ke depan tulang rahang dan mengangkat tulang rawan di tenggorokan (ini dapat digambarkan sebagai menelan atau menguap dengan "setengah jalan", gerakan yang sama dapat digunakan untuk membuat teknik Frenzel yang lebih efektif). Cobalah merasakan tulang rawan di sekitar tempat yang sama dengan Jakun yang terlihat pada pria. Anda seharusnya dapa merasakan beberapa pergerakan dengan jelas.
Anda juga dapat mencoba melakukan latihan ini: ucapkan "aaaaa" terus menerus, dan pada saat yang sama cobalah untuk mengulangi suara derak di telinga Anda. Jika bukaan untuk pipa pembuluh (e-tubes) terbuka, Anda seharusnya dapat mendengar suara Anda sendiri dengan sangat keras, seolah-olah seseorang berteriak di dalam kepala Anda (yang sebenarnya Andalah yang melakukannya sendiri :). Ketika Anda rilekskan pipa pembuluh Anda, suaranya seharusnya kembali menjadi normal. Sebuah kata sebagai peringatan: untuk dapat benar-benar mempelajari pengontrolan secara sadar dapat membutuhkan waktu satu bulan jika latihan dilakukan SETIAP HARI. Jangan menyerah jika Anda tidak dapat merasakannya walau setelah satu jam mencoba.

Satu lagi latihannya. Tarik napas dengan mulut tertutup, sepenuh yang Anda bisa. Mari keluarkan sedikit demi sedikit udaranya (0.5-1) dan tarik napas lagi. Lakukan pernafasan seperti ini (yaitu pernafasan dengan paru-paru penuh). Bernapaslah 10 kali, kemudian beristirahatlah selama satu menit. Ulangi 5 kali di pagi hari dan di malam hari. Ide dari latihan ini adalah bahwa ketika Anda bernapas dengan paru-paru penuh, Anda mungkin menggunakan otot-otot di tenggorokan Anda dengan cara yang sama seperti saat menguap. Selain itu, Anda juga akan melatih otot-otot pernapasan (otot-otot kecil di antara tulang rusuk Anda). Ingatlah untuk mendengarkan derak di telinga Anda. Suara derak berarti bahwa pipa pembuluh (e-tubes) Anda terbuka. Dengan latihan ini, beberapa orang sampai pada tahap di mana pipa pembuluh (e-tubes) dapat tetap terbuka sendiri untuk sementara waktu.

Hal yang terbaik tentang latihan-latihan ini adalah tidak terlihat dari luar oleh orang lain, sehingga Anda dapat berlatih ketika berjalan di jalan, di bus, di tempat kerja dll ..
Setelah Anda mampu untuk membuka pipa pembuluh (e-tubes) sesuka Anda, tahap selanjutnya adalah untuk menjaga mereka tterus terbuka untuk sementara waktu, 5 detik adalah awal yang baik. Latihan ucapan "aaaaa" ini adalah bantuan paling baik dalam melakukan ini, karena Anda dapat menggunakannya untuk mengetahui apakah tabung Anda terbuka atau tidak.

Mengontrol pipa pembuluh (e-tubes) dapat sangat membantu Anda dalam melakukan teknik Frenzel, tetapi sebagai bonusnya Anda mungkin telah mempelajari equalize tanpa tanpa menggunakan tangan Anda sama sekali! Bagi beberapa orang, hanya membuka pipa pembuluh sudah cukup, yang lain melakukan apa yang disebut "Frenzel lunak" (yang pada dasarnya melakukan Frenzel tanpa memencet hidung,tetapi menggunakan tekanan dari “Masker”) .

Satu lagi nasihat tentang pipa pembuluh (e-tubes). Ketika menyelam, atau bahkan ketika berlatih di darat, sangat mudah untuk memperoleh ludah atau lendir dalam pipa pembuluh. Untuk alasan ini, Anda tidak perlu melakukan latihan-latihan dengan berbaring di punggung Anda. Di dalam laut (open water) penting untuk memastikan bahwa Anda tidak mempunyai lendir di pipa pembuluh Anda, karena jika tidak, penyelaman Anda akan berakhir untuk hari itu dan telinga Anda akan merasa terblokir. Untuk mencegahnya, Anda harus meniup hidung Anda dan kemudian menarik napas melalui hidung setiap setelah melakukan penyelaman (gak usah mikir banyak dan kosongkanlah lubang hidung Anda, ini merupakan hal-hal yang lebih buruk jika sampai ada sedikit ingus saat Anda berada di dalam air).

Kita mungkin bisa menulis satu buku tentang subjek ini, tetapi jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, gunakanlah forum dan kita bisa melanjutkan diskusi di sana.

Bagian terakhir dari seri artikel ini akan diterbitkan minggu depan. Pada bagian terakhir kita akan membahas versi yang lebih canggih dari Frenzel, yang disebut teknik Frenzel-Fattah (juga dikenal sebagai teknik mouthfill)

Bagian 8: Frenzel-Fattah alias teknik mouthfill

Sumber asli artikel ini dapat Anda baca di : The Frenzel Technique

0 comments:

Post a Comment