Thursday, 19 July 2012

Bagian 3: Mengontrol epiglotis

Epiglotis ini merupakan penutup kedap udara (airtight) yang terdiri dari tulang rawan dan membran lendir (mukosa). Tujuannya adalah untuk menutup batang tenggorokan (trachea) dan pangkal tenggorokan (larynx). Biasanya Anda menahan nafas dengan menutup epiglotis setelah Anda telah mengisi paru-paru Anda. Anda dapat memeriksa ini dengan menahan napas dengan mulut terbuka, dengan membuat beberapa tekanan perlahan pada paru-paru. Jika epiglottis Anda tertutup maka udara tidak akan keluar ketikan Anda melakukan tekanan perlahan pada paru-paru.
Letak Epiglotis
Letak batang tenggorokan (trachea) dan 
pangkal tenggorokan (larynx)
Epiglotis ini digunakan ketika kita mengucapkan kata ‘K’. Cobalah untuk meratakan nafas yang keluar dan ucapkanlah ‘K’. Aliran udara akan terputus sejenak setiap kali Anda membuat suara. Berkonsentrasilah dan cobalah untuk "mempertahakan" ucapakan ‘K’. Aliran udara haruslah berhenti sepenuhnya. Kedengarannya sederhana, tapi ya begitulah seadanya! Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bagian yang tersulit adalah mengendalikan langit-langit lunak mulut dan epiglottis secara terpisah, dikombinasikan dengan memainkan lidah Anda.

Jenis latihan lain yang baik adalah masukkan air kedalam mulut Anda dan angkatlah kepala Anda ke belakang. Jika air tidak mengalir ke tenggorokan Anda, epiglotis Anda tertutup. Anda dapat mencoba untuk membuka epiglotis dengan pelan-pelan, tetapi air akan turun menuju batang tenggorkan Anda jadi berhati-hatilah dan gunakan jumlah air yang lebih kecil!

Ucapan kata ‘KdanG adalah latihan yang baik untuk melatih gerakan epiglotis. Kelemahannya adalah ketika kita mengucapkan kata ‘K’ atau ‘G’, seketika juga Anda menutup langit-langit lunak mulut. Berdengunglah dengan mulut terbuka dan cobalah untuk menghentikan dengungan dengan epiglotis Anda. Setelah Anda telah memahamkan ini, ulangi dengan napas saja (tanpa berdengung). Berkonsentrasi untuk menghentikan aliran udara hanya pada tenggorokan Anda.


Anda dapat mengulangi latihan dengan menghirup nafas juga. Cobalah gerakan epiglottis pada saat menghirup dan menghembuskan nafas, hal ini akan memberikan gambaran lebih baik bagaimana cara gerakan epiglotis. Sekali lagi, perlu diingat loh, latihan ini akan terdengar konyol jika sampai didengar oleh orang lain atau tetangga Anda, dan pastikanlah rumah kosong dan pintu terkunci sebelum melakukan latihan ini!
Sekarang Anda sudah mengerti elemen dasar dari teknik Frenzel. Pada bagian berikutnya kita akan belajar untuk mengontrol epiglotis dan langit-langit lunak mulut secara bersamaan.

Bagian 4: Mengontrol langit-langit lunak mulut dan epiglotis secara bebas.

Sumber asli artikel ini dapat Anda baca di : The Frenzel Technique

0 comments:

Post a Comment