Memulai kegiatan Freediving

Bagi Anda semua Freedivers pemula, selamat datang di Freediver Indonesia, sumber artikel kami berasal dari forum Deeper Blue. Website dan forum tersebut merupakan sumber informasi yang sangat baik tentang bagaimana untuk memulai kegiatan yang indah ini..

20 Prosedur Keselamatan dalam melakukan kegiatan Freediving

Prosedur pertama adalah jangan pernah melakukan Freedive sendirian dan pilihlah buddy/partner Anda

Peraturan Keamanan dalam melakukan Dynamic Apnea

Hal yang paling penting dalam melakukan Dynamic Apnea adalah keselamatan. Orang-orang cenderung untuk melakukan Dynamic melebihi batas mereka, karena saat melakukan Dynamic tidak ada kedalaman yang terlibat disini.

Attitude atau perilaku dan sikap seorang penyelam di laut

Tujuan dari artikel ini adalah supaya para penyelam atau penikmat keindahan biota bawah laut dapat lebih peka terhadap lingkungan tempat Anda menyelam.

Thursday, 22 May 2014

Freediving Wetsuits

Elios Open Cell Wetsuit
Wetsuit berfungsi sebagai kulit kedua bagi seorang freediving yang menjada suhu tubuh freediver agar tetap hangat dan tidak kedinginan ketika berada didalam air.

Wetsuit Khusus untuk Freediving

Wetsuit yang digunakan untuk freediving harus spesifik dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Ukuran wetsuit freediving harus cocok dan pas dengan ukuran tubuh freediver. Biasanya wetsuit freediving tediri dari kombinasi antara sebuah celana long john dan jaket tanpa ritsleting untuk mengurangi masuknya air kedalam wetsuit. Bahan neoprene yang digunakan pada umumnya berbahan open cell yang dapat memberikan kehangatan yang lebih maksimum dan mobilitas yang mudah dalam bergerakan. Kelemahan dari bahan ini adalah sangat rapuh dan mudah sobek jika tergores batu karang.

Wetsuit yang digunakan untuk scuba diving tidak cocok jika digunakan untuk freediving karena sirkulasi air yang dapat dengan mudah masuk kedalam wetsuit sehingga membuat suhu tubuh Anda menjadi dingin kecuali jika Anda banyak bergerak didalam air sehingga dapat menjaga tubuh agar tetap hangat. Tetapi saat Anda melakukan freediving, tentunya Anda akan mencoba untuk bergerak seminimal mungkin agar dapat menghemat oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh ketika Anda menyelam.

Wetsuit freediving yang Ideal

Wetsuit freediving yang ideal adalah yang berbahan halus/licin, fleksibel dan memiliki daya kompresi yang minim ketika berada dikedalaman. Bahan halus/licin yang dipakai dibagian luar wetsuit dapat mengurangi hambatan air dan membantu Anda bergerak didalam air dengan mudah tanpa banyak berusaha melawan hambatan air. Perbedaan antara wetsuit berbahan nilon dan wetsuit berbahan neoprene halus/licin dibagian luar sangat terasa ketika Anda bergerak didalam air.

Wetsuit freediving yang biasa dijual dipasaran Eropa memiliki tipikal ketebalan antara 3.5mm hingga 7mm - makin tebal sebuah wetsuit makin hangat juga wetsuit tersebut, tetapi untuk ketebalan wetsuit 3.5mm hingga 7mm hanya berlaku untuk kondisi cuaca dingin atau suhu air yang dingin, untuk kondisi cuaca tropis cukup menggunakan wetsuit dengan ketebalan 1.5mm hingga 3mm saja. Ketika memilih ketebalan wetsuit Anda tidak hanya suhu air yang diperhitungkan, ada beberapa faktor yang harus diperhitungan termasuk, suhu air, suhu udara, angin, sensitivitas terhadap dingin dan aktivitas yang dilakukan ketika memakai wetsuit.

Jika Anda menggunakan wetsuit untuk kegiatan rekreasi seperti snorkeling sambil freediving, maka Anda tidak membutuhkan wetsuit yang halus/licin melainkan memilih wetsuit berbahan nilon yang lebih tahan terhadap goresan dan tidak mudah robek.
Wetsuit yang tahan terhadap goresan batu karang
Jika Anda menggunakan wetsuit untuk kegiatan seperti kompetisi freediving dan latihan, tentu saja Anda harus memilih wetsuit berbahan open cell yang halus/licin yang mempermudah Anda bergerak didalm air. Serta faktor-faktor suhu air, suhu udara, angin, sensitivitas terhadap dingin juga harus diperhatikan.
Wetsuit yang dipakai oleh William Trubridge untuk kompetisi
Fleksibelitas merupakan faktor paling penting ketika memilih wetsuit freediving. Semakin sedikit gangguan pada gerakan Anda maka semakin bagus wetsuit tersebut.

Custom Wetsuits

Dianjurkan untuk memilih wetsuit custom made. Anda akan mendapatkan wetsuit yang cocok dengan ukuran tubuh Anda dengan sempurna serta efisiensi maksimum dalam isolasi dan manuver. Anda dapat dengan bebas untuk menyesuaikan rincian spesifik seperti memilih wetsuit dengan lengan dalam posisi up - membentang, pencampuran ketebalan yang berbeda dari neoprene untuk bagian yang berbeda dari jaket dan tentu saja memilih warna dan desain sesuai dengan keinginan Anda.

Sumber : Freediving Wetsuits

Freediving Weight Belts

Cressi Rubber Belts
Daya apung positif dari sebuah wetsuit dapat mengganggu daya apung Anda di dalam air, untuk itu dibutuhkan sabuk berisi pemberat (weight belts) yang berfungsi untuk menetralkan daya apung Anda. Anda juga harus menyesuaikan jumlah pemberat yang Anda butuhkan sehingga pada kedalaman 10 meter Anda sudah mendapatkan daya apung netral.

Sabuk Karet

Sebuah sabuk pemberat untuk freediving harus terbuat dari bahan karet. Sabuk yang terbuat dari bahan nilon pada umumnya digunakan untuk kegiatan scuba diving, cenderung berputar-putar dipinggang Anda ketika digunakan untuk freediving dan bergerak bebas ketika Anda menyelam kedalam air. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya konsentrasi dan kesulitan untuk mengendalikan gerakan Anda. Sabuk pemberat berbahan karet dapat menempel kuat pada pinggang Anda dan tidak bergerak saat Anda menyelam.

Mudah dilepaskan

Sabuk pemberat untuk freediving harus memiliki sistem pengait yang mudah dilepaskan dari tubuh Anda.

Mengenakan Sabuk Pemberat di badan Anda

Posisi sabuk pemberat harus berada di pinggang Anda
Sabuk pemberat harus dipakai di pinggang Anda tidak seperti kegiatan scuba diving yang dipakai di perut, hal ini untuk mempermudah Anda untuk mengambil napas saat udara masuk kedalam perut.

Sumber : Freediving Weight Belts

Wednesday, 21 May 2014

Tiga Fase saat Menahan Napas

Salah satu pertanyaan yang sering dipertanyakan saat akan mengikuti edukasi freediving adalah...

"Bagaimana saya bisa tahu kalau saya sudah mencapai titik batas kemampuan dalam menahan napas?"

Berikut penjelasan yang sederhana tentang menahan napas yang terbagi dalam tiga fase.

Tiga Fase yang dialami saat Menahan Napas

Pada dasarnya setiap orang yang menahan napas, tidak terkecuali walau Anda seorang yang sudah berpengalaman dalam freediving, Anda pasti akan mengalami ketiga fase ini saat menahan napas, yaitu;

Fase pertama, tidak ada dorongan untuk bernapas. Pada umumnya merasa nyaman pada fase ini.
Fase kedua, mulai merasakan efek dari CO2 yang semakin bertambah. Adanya dorongan untuk bernapas.
Fase ketiga, fase terakhir, dorongan yang kuat untuk bernapas yang didominasi oleh kontraksi pada diafragma dan tingkat O2 yang semakin rendah.


Jadi apa arti fase-fase ini bagi Anda? Berikut penjelasannya :

Jika Anda 'naik' (berhenti menahan napas) saat Anda baru merasakan adanya dorong untuk bernapas maka Anda sudah kehilangan dua fase yang dapat memperlama waktu Anda didalam air.

Jika Anda merasakan kontraksi pertama Anda, Anda panik dan 'naik' (berhenti menahan napas), maka Anda sudah melewati fase ketiga yang masih bisa memperlama waktu Anda.

Jika Anda melihat grafik diatas, Anda akan melihat bagian 'zona berbahaya' yang sudah mendekati zona akrhir Anda. Pada tahap ini Anda sudah mencapai ambang terendah tingkat O2 Anda. Belajarlah untuk mengidentifikasi 'zona' ini untuk mendapatkan pelatihan yang progresif.

Peraturan Tambahan

Setelah kita mengalami kemajuan dalam pelatihan, kita dapat memperpanjang napas hingga tahap ketiga, sehingga dapat memperpanjang waktu maksimum menahan napas kita. Kita mulai meningkatkan toleransi terhadap CO2, sehingga dapat merasakan fase kedua kemudian fase ketiga dan kita dapat memperlama waktu ketika fase ketiga itu muncul. Kita dapat meningkatkan kemampuan tubuh kita agar terbiasa dengan tingkat kadar oksigen yang lebih rendah dari normal, sehingga dapat memperlama waktu pada fase ketiga.

Zona Berbahaya

Hal yang paling berbahaya dari semua kegiatan menyelam adalah jika tekanan parsial oksigen dalam otak mencapai titik dimana ia tidak bisa lagi mempertahankan kesadaran. Seiring dengan adanya kemajuan dalam pelatihan, secara perlahan kita memaksakan tingkat CO2 dari awal hingga akhir (kita juga memaksa tingkat O2 dari awal hingga akhir, tetapi sering kali lebih lambat karena tergantung pada kondisi dan kebugaran tubuh kita), belajarlah untuk membiasakan diri dengan kondisi pada fase kedua dan fase terakhir yang membawa kita lebih dekat pada 'zona berbahaya'. Mungkin diperlukan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk mencapainya.

Pada kenyataannya, freediver pemula (selama mereka mengikuti pedoman pelatihan dan melakukan pelatihan secara formal) mereka tidak mungkin mengalami resiko blackout atau LMC (Loss of Motor Control) dibandingkan dengan freediver yang sudah berpengalaman, karena freediver pemula memiliki toleransi yang lebih rendah terhadap tingkat CO2 sehingga mereka akan lebih cepat 'naik' (berhenti menahan napas), jauh dari 'zona berbahaya'. Seorang freediver yang sudah berpengalaman, dengan toleransi yang lebih tinggi terhadapa tingkat CO2 akan lebih sering memaksakan diri dari fase kedua hingga fase ketiga dimana sudah mencapai ambang terendah tingkat O2 yang dapat menyebabkan LMC (Loss of Motor Control) dan resiko terburuk yaitu blackout. Zona aman pada tingkat CO2 ini sangatlah penting dan menjadi pedoman bagi kita saat melakukan penyelaman dengan batasan ini, RESPECT IT and BE SAFE!

Ingat, artikel ini merupakan panduan yang sangat kasar tentang menahan napas. Panduan ini agar freediver dapat mengetahui dan fokus saat mereka melakukan pelatihan, dan khususnya bagi freediver pemula mereka dapat mengetahui dan menilai fase-fase yang mereka alami saat menahan napas.

Sebelum Anda memutuskan untuk melatih agar napas Anda lebih panjang, silahkan mempertimbangkan diri untuk mengambil kursus freediving terakreditasi yang ada disekitar Anda. Always dive with a buddy, never dive alone!

Sumber : Freedive UK - The freediving breath-hold rule of thirds

Tuesday, 10 December 2013

Freediving Snorkels

Snorkel adalah sebuah pipa kosong yang terbuat dari silikon, karet atau plastik. Snorkel berfungsi untuk memudahkan Anda untuk bernapas ketika wajah Anda terendam di air. Bagian bawah snorkel di gigit di mulut sementara bagian atas snorkel tetap berada di permukaan air. Snorkel juga harus melekat erat di tali masker Anda.
Snorkel melekat erat di tali masker Anda
Kliring snorkel Anda

Ketika air masuk ke dalam pipa snorkel, Anda harus menghembuskan napas dengan kuat melalui mulut Anda sehingga air yang ada didalam pipa snorkel akan terhembus keluar melalui bagian atas snorkel.
Hembuskan napas dengan kuat melalui mulut ke snorkel Anda sehingga air akan terhembus keluar dari atas snorkel
Snorkels untuk Freediving

Freedivers biasanya menggunakan snorkel yang pendek dengan pipa yang besar untuk memperlancar dan mempermudah udara untuk masuk ke dalam snorkel.

Sebuah snorkel yang terbuat dari karet atau silikon yang super fleksibel lebih dianjurkan untuk kegiatan freediving karena dapat dengan mudah dilipat dan di genggam di tangan Anda untuk mengurangi hambatan alur air ketika sedang bergerak di bawah air. Saat berada di dalam air, snorkel harus di keluarkan dari mulut Anda agar air tidak masuk ke dalam mulut Anda sehingga menggangu saat akan mengambil napas di permukaan air.
Snorkel silikon yang super fleksibel
Freediving Snorkels
Sumber : Freediving Snorkels

Friday, 6 December 2013

Freediving Masks

Kaca mata selam atau mask berfungsi agar freediver dapat melihat dengan jelas di dalam air karena adanya ruang udara antara mata dan air. Sebuah masker harus memiliki kantong hidung sehingga ruang udara dapat diratakan dengan tekanan air selama melakukan penyelaman.

Ada tiga hal yang harus dipertimbangkan

Ada tiga hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih masker freediving, yaitu; volume di dalam masker, luas pandangan dan material lensa.

Volume di dalam Masker

Freedivers harus menyeimbangkan tekanan yang berada di dalam masker ketika di dalam air dengan menghembuskan napas ke dalam masker. Karena jumlah udara yang digunakan untuk menyeimbangkan (equalize) masker sama dengan volume di dalam masker, maka lebih baik memilih masker dengan volume internal yang kecil atau lebih dikenal dengan nama low volume masker.

Anda dapat melihat perbedaan antara masker biasa dengan low volume masker dari jarak kantong hidung dengan lensa masker - semakin kecil volume masker semakin jauh jarak tepi lensa dengan kantong hidung masker.
Contoh low volume masker yang biasa digunakan untuk freediving.
Luas Pandangan

Masker dengan volume internal yang kecil biasanya memiliki luas lensa yang kecil yang dapat membatasi luas pandangan freediver. Untuk kegiatan kompetisi freediving hal ini bukanlah masalah, tetapi lain halnya jika untuk kegiatan spearfishing atau rekreasi freediving dibutuhkan volume internal yang kecil juga tetapi juga dengan luas pandang yang lebih besar.

Contoh masker dengan luas pandang yang kecil dan luas tetapi tetap memiliki volume internal yang kecil.
Cressi Minima meiliki volume internal yang kecil tetapi luas pandang sangat terbatas.
Omer Alien meiliki volume internal yang kecil dan pandangan yang luas.
Material Lensa

Lensa yang berbahan plastik memang lebih baik untuk kegiatan freediving karena dapat mengikuti tekanan yang ada sehingga tidak memecahkan lensa. Tetapi, bahan plastik dapat tergores dengan mudah sehingga masker menjadi buram dan mengurangi jarak pandang saat menggunakan masker tersebut.
Omer Zero 3 (kiri) berbahan kaca ; Aqualung Sphera (kanan) berbahan plastik.
Salah satu masker berbahan plastik yang menjadi favorit dan pilihan para freedivers adalah Aqualung Sphera selain karena material plastik juga karena harganya yang paling murah dibandingkan dengan masker bermaterial kaca.

Masalah dengan Penglihatan Mata?

Sekarang sudah tersedia beberapa masker yang lensanya dapat diganti dan disesuaikan dengan masalah mata Anda, tetapi tentu saja harganya sangat mahal dibandingkan masker dengan lensa normal.
Salah satu masker yang dapat diganti lensanya adalah Cressi Ocean Eyes-U
Selalu membawa Cadangan

Dianjurkan untuk selalu membawa masker cadangan ketika freediving sehingga Anda dapat menggantinya ketika masker yang Anda pakai bermasalah.
Sporasub Pirahna design by Momo Design
Dimana tempat untuk membeli fins?

Di Indonesia sendiri sudah terdapat beberapa toko yang menyediakan low volume mask, antara lain :
Selain di Indonesia Anda juga dapat membeli masker dari luar negeri, sudah terdapat banyak toko online yang menyediakan pengiriman barang ke Indonesia.

Sumber : Freediving Masks

Thursday, 5 December 2013

Freediving Fins

Fins atau kaki katak berguna sebagai perlengkapan yang memperpanjang kaki Anda ketika sedang menyelam. Pada umumnya fins yang digunakan untuk kegiatan freediving lebih panjang dan kaku dibandingkan dengan fins snorkeling ataupun fins untuk scuba diving sebab fins panjang (long fins) ini dapat mendorong air lebih banyak dengan efisiensi yang lebih gampang untuk memberikan daya dorong yang kuat bagi kaki Anda.

Kram / Kejang

Ketika Anda pertama kali menggunakan fins panjang ini otot-otot kaki Anda mungkin akan mengalami kram karena diperlukan upaya yang lebih besar untuk menggerakan fins panjang ini. Seiring dengan pelatihan kaki Anda akan terbiasa dengan fins panjang.
  • Jika otot pada bagian bawah kaki Anda yang kram, pegang ujung fins dan tarik naik ke arah badan Anda.
  • Jika otot di daerah paha Anda yang kram, pegang ujung fins dan tarik mundur ke belakang badan Anda.
Jenis Bahan untuk Fins

Ada tiga jenis bahan fins yang dapat digunakan - bahan plastik, bahan fiberglass dan bahan serat karbon.
  • Fins berbahan plastik terbuat dari berbagai jenis polimer. Fins plastik lebih ekonomis dan banyak digunakan oleh freedivers pada umumnya yang tidak mengikuti kegiatan kompetisi freediving.
Fins berbahan plastik
  • Fins berbahan fiberglass lebih mahal dibandingkan dengan fins plastik tetapi bahan fiberglass ini lebih kuat dan secara umum memiliki reaktivitas yang lebih baik.
Fins berbahan fiberglass
  • Fins berbahan serat karbon dianggap bahan yang terbaik untuk fins dalam hal reaktivitas, tetapi harganya jauh lebih mahal antara dua sampai lima kali lipat harga fins plastik.
Fins berbahan serat karbon
Monofins

Memang terliha aneh tetapi sangat efisien, monofins terbukti lebih efisien daripada sepasang fins normal (Bi-fins) karena mengurangi terjadinya gesekan atau benturan antar fins.

Untuk mendapatkan kesempurnaan dalam menggunakan monofins, Anda perlu mempelajari teknik 'dolphin kick' (tendangan lumba-lumba) yang merupakan teknik yang tidak mudah dalam prakteknya. Tendangan lumba-lumba membutuhkan sekelompok otot yang lebih besar daripada tendangan normal dengan menggunakan Bi-fins dan juga diperkirakan membutuhkan konsumsi oksigen yang lebih sedikit.

Satu kali tendangan monofin lebih kuat daripada tendangan sapasang Bi-fins normal, dan dapat menghasilkan daya dorong yang lebih baik ketika Anda menyelam ke laut yang dalam pada kondisi daya apung negatif.

Dalam beberapa tahun terakhir monofins lebih sering digunakan dalam kegiatan kompetisi freediving dibandingkan dengan sepasang Bi-fins normal.

Dimana tempat untuk membeli fins?

Di Indonesia sendiri sudah terdapat beberapa toko yang menyediakan fins panjang, antara lain :
  • Toko Alat Selam dengan merek Cressi; Gara 3000, Gara Pro dan Gara Modular
  • Toko Lautan Mas dengan merek Mares; Instinct Pro dan Razor Pro
  • Toko Seamoth dengan merek Omer; Stingray dan Millenium.
  • Toko Optima Dive dengan merek Seac.
Masih terdapat banyak merek-merek fins yang ada di luar negeri tetapi belum ada yang menjualnya di Indonesia seperti : Leaderfins, C4, Persistent, Spierre, Beuchat, Imersion, Mako, Salvimar dan masih banyak merek-merek lain yang dapat Anda beli secara online di internet.

Tips Memilih Fins

Mungkin bagi sebagian orang yang ingin membeli fins akan merasa kebingungan dalam memilih fins yang cocok untuk freediving. Faktor yang paling utama dan harus diperhatikan dalam memilih fins adalah kenyamanan dan kekuatannya.

Dalam faktor kenyamanan ini yang harus diperhatikan adalah ukuran footpocket fins, ketebalan fins serta bahan yang digunakan untuk blade fins tersebut.

Untuk memilih ukuran footpocket fins ini memang tidak mudah apalagi kita berada di benua Asia yang memiliki perhitungan ukuran yang berbeda dengan negara pembuat fins ini yaitu Eropa, UK dan Amerika.
  • Pastikan Anda mengetahui dengan benar ukuran kaki Anda dan menyesuaikannya dengan ukuran benua yang Anda pilih dan pilihlah fins yang sesuai dengan ukuran kaki Anda.
  • Jika fins yang Anda pilih kebesaran, Anda dapat mengatasinya dengan memakai socks freediving yang memiliki variasi ketebalan dari 1.5mm - 5mm.
  • Jangan memaksakan untuk memilih fins yang terlalu kebesaran di kaki Anda, selain mengurangi efisiensi Anda ketika berada air juga dapat menimbulkan resiko terlepasnya fins dari kaki Anda ketika berada di dalam air atau sedang melakukan manuver.
  • Jika Anda memilih fins yang terlalu kecil juga akan mengurangi efiesiensi Anda, selain sempit juga akan melukai kaki Anda karena goresan-goresan yang menimbulkan luka.
  • Untuk mengurangi kesalahan cobalah langsung ukuran footpocket fins di toko, jika Anda memilih belanja online pastikan untuk menanyakan ukuran kaki produk fins itu berasal dari benua mana.
Dalam memilih ketebalan fins tidak akan lepas dari bahan yang digunakan oleh fins tesebut. Misalnya jika Anda memilih fins berbahan plastik maka hanya ada dua pilihan ketebalan yaitu soft blade dan hard blade. Berbeda dengan fins berbahan serat karbon yang memiliki tiga ketebalan yaitu soft, medium dan hard. Tentu saja ketebelan fins ini harus sesuai dengan berat tubuh Anda serta kekuatan kaki Anda.
  • Fins soft blade cocok untuk berat badan dari 40kg sampai dengan 60kg.
  • Fins medium blade cocok untuk berat badan dari 60kg sampai dengan 80kg.
  • Fins hard blade cocok untuk berat badan dari 80kg sampai dengan 100kg keatas.
Ukuran bobot diatas ini adalah untuk fins berserat karbon dan juga harus diperhatikan bahwa soft blade fins plastik sama dengan medium blade berserat karbon karena memang bahan yang berbeda.

Salah satu keunggulan soft blade fins karbon adalah lebih ringan dan nyaman dikaki tetapi kekurangannya adalah tidak cocok untuk menyelam dalam dan tidak bertenaga saat menghadapi medan air yang berarus.

Dalam faktor kekuatan fins ini tergantung pada ketebalan fins yang sesuai juga dengan bobot badan dan tenaga kaki Anda. Jika Anda dengan berat badan 50kg dan memakai fins dengan ketebalan hard blade tentu saja akan menguras banya tenaga Anda sehingga membutuhkan konsumsi oksigen yang lebih besar.

Note :

Apapun jenis fins yang Anda pilih, apakah itu bi-fins, long fins ataupun monofins, hal yang harus Anda perhatikan adalah kenyamanan fins tersebut dengan kaki Anda serta keperluan Anda itu sendiri apakah untuk sekedar fun freediving atau untuk mengikut kompetisi freediving.

Sumber : Freediving Fins

Tuesday, 17 September 2013

Rekor Freediving Nasional

Rekor Freediving tingkat Nasional Indonesia
Constant Weight Apnea Without Fins (CNF)
                                                                      
0 m
Name:
Date:
Place: 

0 m
Name:        
Date:
Place: 
Constant Weight Apnea (CWT)
                                                                      
35 m
Name: Meidy Heryoga (Jakarta)
Date:
2013-10-31 
Place: Tulamben - Bali

27 m 
Name:
Nora Lestari (Jakarta)
Date:
2013-11-01
Place:
Tulamben - Bali
Dynamic Apnea Without Fins (DNF)
                                                                      
82 m
Name: Jason Hakim (Jakarta)
Date: 2013-03-23
Place: Petaling Jaya, Malaysia

0 m 
Name:
Date:
Place: 
Dynamic Apnea (DYN)
                                                                      
108 m 
Name: Jason Hakim (Jakarta)
Date: 2013-03-23
Place: Petaling Jaya, Malaysia

0 m 
Name:
Date:
Place: 
Static Apnea (STA)
                                                                      
4 min 39 sec
Name: Jason Hakim (Jakarta)
Date: 2013-03-24
Place: Petaling Jaya, Malaysia

0 min 0 sec 
Name:
Date:
Place: 
Free Immersion Apnea (FIM)
                                                                      
42 m
 
Name: Stanley Sradaputta (Makassar)
Date:
2013-11-01 
Place: Tulamben - Bali

30 m

Name: Nora Lestari (Jakarta)
Date:
2013-10-31 
Place: Tulamben - Bali
Variable Weight Apnea (VWT)
                                                                      
0 m 
Name:
Date:
Place: 

0 m
Name:
Date:
Place: 
No Limits Apnea (NLT)
                                                                      
0 m
Name:
Date:
Place: 

0 m
Name:
Date:
Place: 













































Sumber : AIDA International